PSK Hamil nine Bulan Terjaring Razia

PSK Hamil 9 Bulan Terjaring Razia

e-wonosobo – Demi mencukupi kebutuhan hidup, perempuan berinisial WD berusia 20 tahun rela menjajakan diri. Hal ini terungkap saat Petugas gabungan dibawah Dinas Sosial Wonosobo melakukan razia. Naifnya perempuan muda itu tengah hamil tua sekitar nine bulan. Oleh petugas perempuan itu langsung diangkut dan diberikan pembinaan.
Seorang wanita yang tengah hamil tua nine bulan dan diduga menjajakan diri itu, ditemukan di seputar pasar Sumberan saat petugas melakukan razia pengemis gelandangan dan orang terlantar (PGOT). Tim gabungan Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Kebangpol Linmas, dan Bagian Kesra Setda Kabupaten Wonosobo. Melakukan razia dimulai sekitar pukul 21.00 – 01.00 WIB.
Saat melintas di pasar sumberan sekitar pukul 00.00 WIB, petugas menemukan perempuan tengah jalan di seputar Pasar sumberan, lantaran mencurigakan petugas kemudian mendekati perempuan itu. Begitu melihat ada petugas, perempuan itu langsung meronta-ronta dan berpura-pura pingsan. Oleh petugas langsung dibopong dan dibawa ke angkutan bak terbuka.
Selain merazia PSK, petugas juga menemukan pasangan suami istri tunawisma di Dukuh Penampelan, Desa Sendang Sari, Kecamatan Garung. Petugas sempat trenyuh melihat kondisi keluarga tanpa anak yang tinggal di sebuah gubuk bekas gudang pupuk tersebut. Pasalnya, kondisi istri pengemis tersebut tengah sakit keras. Karena itulah, tim langsung membawa pasangan suami istri tersebut ke Puskesmas terdekat, untuk bisa mendapat rujukan ke Rumah Sakit.
Dari keterangan Kepala Desa setempat, dua orang tersebut sudah menempati gubuk di pinggir jalan raya Dieng itu sekitar dua tahun. Mereka menggantungkan hidup dari belas kasihan warga sekitar.
” Keluarga itu sudah lama tinggal digubuk,”katanya.
Kepala Bidang Rehabilitasis Sosial Dinsos, Amir Ma’ruf mengatakan, keberadaan PGOT di seputar Kota Wonosobo, hingga ke wilayah memang terus dipantau. Melalui razia, jumlah mereka diupayakan untuk terus ditekan. Semua PGOT yang terjaring dalam razia tersebut, termasuk 2 orang kurang waras (psikotik), akan langsung dikirim ke Balai Rehabilitasi Sosial Pamardi Raharjo, Pucang, Banjarnegara.
” Untuk yang PSK hamil nine bulan langsung kami periksa kesehatan dan dirujuk ke RSUD Wonosobo agar mendapatkan perawatan,”katanya.
Dijelaskan dia, bahwa pembinaan terhadap PSK perlu ditingkatkan, selain pada persoalan sosial. Peran penting yakni dalam pemberdayaan ekonomi dan kesehatan.
” Kami tidak sekedar mengangkut, kami akan lakukan pembinaan terhadap PSK dalam mencari kebutuhan ekonomo dengan berbagai pendampingan,” pungkasnya. (rase)

Posted by means of ewonosobo.com on 2012-12-26 04:19:05

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *