Peringati Hari Rimbawan ke 30, Pemerintah Ajak Semua Pihak Kelola dan Lestarikan Lingkungan

Peringati Hari Rimbawan ke 30, Pemerintah Ajak Semua Pihak  Kelola dan Lestarikan Lingkungan

Dalam rangka memperingati Hari Rimbawan ke 30 tahun 2013, Pemerintah Kabupaten Wonosob mengajak semua pihak untuk mengelola dan melestarikan lingkungan, hal ini disampaikan Sekretaris Daerah, Eko Sutrisno, saat membacakan sambutan tertulis Bupati Wonosobo dalam upacara bendera peringatan hari Rimbawan ke 30 tahun 2013, Senin eight April, di halaman Pendopo Kabupaten Wonosobo.
Hal ini perlu disadari bersama oleh semua pihak, bahwa kerusakan lingkungan akibat penebangan pohon secara liar dan pengelolaan lahan yang tidak ramah lingkungan, akan menyebabkan degradasi hutan dan lahan, serta kerusakan ekosistem yang ada. Dampaknya, selain lahan kritis, juga sering terjadi bencana banjir, longsor, dan kekeringan.
Disamping itu, kerusakan lingkungan juga menyebabkan terganggunya sistem hidrologi dan ekologi di Kabupaten Wonosobo, oleh karena itu, Eko berharap, kegiatan penanaman, pemeliharaan, dan pelestarian lingkungan, tetap dilaksanakan secara terpadu, terpola, dan berkelanjutan, oleh semua elemen masyarakat tanpa terkecuali.
Eko juga memberikan apresiasinya dan mendukung kebijakan pengelolaan dan pelestarian lingkungan yang telah diagendakan melalui gerakan menanam dan pemulihan terhadap lahan-lahan kritis. Jutaan pohon sudah ditanam di berbagai kawasan di Kabupaten Wonosobo, sejak dicanangkan gerakan Wonosobo Menanam pada tahun 2006 yang lalu,
Dimana gerakan ini, selanjutnya diikuti dengan gerakan sekolah menanam, pramuka menanam, dewan menanam, wartawan menanam, ormas menanam, perempuan menanam, dan tidak ketinggalan program kebun bibit sekolah dan kebun bibit tentara,
Hal ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab semua pihak terhadap nasib lingkungan, khususnya di Kabupaten Wonosobo dan sekitarnya. Karena Wonosobo sebagai daerah tangkapan air, merupakan penyangga 13 Kabupaten yang ada di bawahnya. Sehingga gerakan menanam dan memelihara tanaman, yang sudah dan akan digalakkan terus, merupakan salah satu upaya strategis berkelanjutan, yang harus dilestarikan.
Dalam kesempatan itu, eko juga mengucapkan terima kasih kepada segenap komponen masyarakat dan sektor swasta atas partisipasinya dalam kegiatan sinergis konservasi alam di Kabupaten Wonosobo.
Sementara itu, sesuai dengan tema Hari Bakti Rimbawan ke 30 yakni memperkokoh jiwa korsa rimbawan dalam mewujudkan pelayanan prima, para rimbawan, baik itu PKL kehutanan, Polisi Hutan maupun petugas teknis kehutanan lainnya, yang bekerja di birokrasi dituntut untuk melakukan pelayanan prima.
Pelayanan prima kepada masyarakat diwujudkan dan akan terus dilakukan agar hutan sebagai sumberdaya semakin memberikan dampak besar untuk pertumbuhan ekonomi, yang tentunya akan menyediakan lapangan kerja yang besar tanpa merusak lingkungan hidup.
Eko mengingatkan, pelayanan pada publik, tidak cukup hanya dengan pelayanan prima, tapi harus diikuti dengan perbaikan tata kelola birokrasi di pemerintahan (excellent governance), di pelaku usaha (excellent company governance) dan di sisi LSM (excellent participation governance), sehingga masyarakat mendapatkan manfaat kehadiran para rimbawan untuk mencapai tujuan pembangunan kehutanan.

Posted through ewonosobo.com on 2013-04-09 06:48:15

Tagged:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *